14 Juli 2011

Stand Up Comedy Nite at Comedy Cafe Kemang (13 Juli 2011)

my two cents.

atas undangan ernest, tadi malem gue dateng ke event #StandUpComedy yang digelar di Comedy Cafe Kemang. Acaranya mulai jam 8 malem, tapi ngeliat 'kehebohan' di timeline soal event ini sepertinya lebih aman gue nyampe disana jam 7an. Entah kenapa pagi ini gue memutuskan untuk ngantor pake seragam biru-yang-persis-sama-teknisi-PLN-lengkap-dengan-bordiran-nama-di-dada-kanan itu. That was a bad decision. So, to avoid being the laughing stock of the show, i went with kaos oblong putih terlapisi sweater boston celtics kebanggaan. Begitu nyampe di venue, papasan sama @ShaniBudi, sang jenius dibalik saveastv.com dan kolamkomik.wordpress.com (great seeing you bro). Yes, event ini akan jadi materi yang bagus banget buat tayang sebagai webisode. Alesannya sederhana aja, karena @ernestprakasa @ismanhs @pandji @radityadika bakal ngelempar materi komedi mereka yang emang terbukti sangat menghibur. How silly i was for not noticing the other performers that may stole the show. Duduk berdekatan sama ernest dan isman, the only two people i seem to know in this shindig, the night was an amazing journey from the start.

First of all, it was a full house. Penuh banget! Comedy Cafe yang sebenernya jauh dari bayangan gue, besar dan dingin ternyata berukuran sedang dan panas. Well, mungkin karena malem itu Comedy Cafe penuh. Banget. Gak ada kursi kosong dan pengunjungnya sampe musti nonton dari luar. Anji (ex-Drive), Rizki (ex-Alexa), Tim Marbun (MetroTV), Sherina ada di antara pengunjung yang ga dapet tempat duduk karena telat dateng. Siapapun yang dateng malem itu yakin bahwa ini adalah malem pertama Stand-Up-Comedy bakal mulai 'menjajah' dunia hiburan di Indonesia, ya paling nggak Jakarta lah.

Second, well let's go to the main course shall we?

@ernestprakasa / ernest prakasa
Menurut gue, sayang banget ernest ditaro di pertama. Karena dari seluruh pengisi acara tadi malem, menurut gue materi ernest yang paling cocok dengan pengunjung yang dateng, yaitu anak muda metropolitan. Materinya kocak banget, dari ngebahas nama yang pantes dijadiin tato (gue setuju banget, se-cinta-cinta-nya sama pacar tapi kalo namanya (how do i say this without offending anyone) nggak 'menjual' ya jangan dijadiin tato (apalagi kalo ditaro di bagian dada yang terbaca jelas). Despite (probably) the undying love, smokin body and hot kisses, if your girlfriend's name is Ngatiyem, don't engrave it as a tattoo on your body. Ever. Period. Plus, ernest sukses bikin gue mikir 'nama tetangga-tetangga gue siape aje yee' thanks to his 'kelas perumahan lo dinilai berdasarkan nama tetangga, bukan jarak ataupun fasilitasnya'. Damn. I secretly prayed that i would soon move to a place where i wont find a Suparjo, Ngadimin or Atun as neighbours (again, no pun intended).

Agus
Agus ini tega banget. Masa gue dilibatkan di salah satu materinya coba (hehe, i'm good mr.agus, just unprepared). Dia meyakinkan penonton bahwa gue pernah ngedaftar bareng dia ke seminar 'Cara Cepat Cari Jodoh'! Oh shyt! Materinya bertemakan hubungan pria-wanita yang sering disalahartikan sebagai romantika. Gimana bisa dibilang romantika kalo dia cerita pernah nembak cewek sampe 3x cuma untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia emang ditolak? Hahahaw. Good one.

@intan_AP / intan
Komedian paling cantik malam ini. Ya karena beliau ini satu-satunya wanita yang tampil sebagai stand-up-comedian. I don't know why but i see resemblance to a certain fitrop, but still she's hillarious. Aksen sunda, eksplorasi kebudayaan Tasikmalaya dan aktifitas ibu-ibu waktu belanja sayur teraduk jadi satu dengan tambahan sosis So Nice. Plus, she was the only with a prop (sosis So Nice).

@adriandhy
sekilas info yang gw tau, ini salah satu peserta kompetisi StandUpComedy yang diadain sama KompasTV. Materinya menarik dan bertemakan 'ke-kota-an'. Adrian ini sedikit mengingatkan gw ke peran Robin Williams di film dimana tokoh utamanya adalah komedian yang terpilih jadi presiden. Materinya dibuka dengan kritikan soal gedung DPR, lalu nyambung ke sesuatu-soal-popok-burung (which is funny, but you have to be there). Lainnya soal lirik lagu, dan penemuan, agak sulit digambarkan dengan kata-kata. But if i may shed a critic, i'd tell adrian to tone it down a little. Cakupan materinya terlalu lebar, jadinya kurang 'memorable' aja.

@asepsuaji / Asep
this is the guy that i underestimate. THIS DUDE STOLE THE SHOW! Pertama gue agak cemas karena materi pembukanya sedikit menyinggung fisik (ya meskipun fisiknya dia sendiri ya) tapi ternyata orang ini kocak banget. To be honest, i wouldn't mind if he stayed on stage for 45 minutes. Sebenernya materinya gak jauh-jauh dari percintaan, but he's telling it all the right way, dan gue rasa dia punya pembagian kadar yang pas buat rumus materi komedian Indonesia. Sedikit permainan kata-kata, slapstick, materi fisik dan cara penyampaian yang unik. Everybody laughed so hard when Asep was telling a story about his ex-girlfriend named Dana Hartawati dan berprofesi sebagai akuntan. Ceritanya Dana selalu manggil Asep dengan panggilan Aset, dan bercita-cita memberikan nama 'Deposito' buat anaknya (yang ceritanya diangga sebagai nama Meksiko paling keren). Gue pengen nonton lagi kalo ni orang manggung.

@ismanhs / Isman H Suryaman
The man. The legend. The comedy-writer turned IT Consultant (menurut pengakuan Isman, atas saran seorang bapak polisi). Mungkin Isman satu-satunya stand-up-comedian yang nggak perlu nulis materi komedinya. Humor comes naturally when it comes to Isman. Penyampaian humornya lengkap. From 'Impression of his dad' to 'how-human-figure-in-fire-sign-moves', mimik dan pergerakannya di panggung sangat menghibur. Gue gak perlu nyebutin materinya isman, bisa baca sendiri di blognya atau follow aja twitter-nya. It's like he's doing comedy without even standing up. XD

Setelah itu katanya ada @pandji sama @radityadika, tapi karena (buat gue) itu udah kemaleman, jadi gue pulang duluan. Kalo gue harus kasih penilaian, maka yang paling keren dari acara tadi malem adalah para pengunjungnya. Crowd yang dateng itu suportif banget, dan gue yakin meskipun para komedian itu harus berdiri di bawah sorotan lampu sendirian (kalo anak band kan berlima, penyanyi solo aja pake iringan musik) tugas mereka berasa lebih mudah karena apresiasi dari penontonnya KEREN BANGET. Menurut gue acara kayak gini musti lebih sering diadain, dan daripada capek-capek 'meningkatkan' skala event-nya, adain aja di Comedy Cafe Kemang lagi. Siapin aja kursi tambahan sama speaker buat pengunjung yang ga dapet tempat di dalem. The place is right, the performers are great and the crowds are the best.

See you on the next event, comedy-fans!


24 Maret 2009

On a different note

It's been a while since my last note, but somehow i've decided to write again. So here i am. Still dazed, confused most of the time, but maybe it's not all bad. It's called figuring out, and the end result is yet to come. Rather than writng only about inspirational things, i decided to just write anyway, maybe mostly about my daily life here in Pomalaa.

After a bloody incident about three weeks ago, i finally set my foot back on the basketball court. That bloody incident involved a certain elbow and my jaw colliding, resulting two stitches for my open wound and a severely bitten tongue (mine, of course). The blood was pretty dramatic, i was practically drooling blood court side after the incident until a friend dragged me to the hospital. Anehoo, the day of that incident i was sensing a weird vibe saying that i shouldn't play that day. Also, when i realized there are no playmakers playing that day i predicted that the game ain't gonna be interseting but i decided to went against my guts and i ended up with two stitches before the game was even over. Yeah, i think the accident happened on the fifth minute. I was attempting a 'double team' defense but the other team's player made a sudden pivot move with his left elbow up first, so it went.

On yesterday's game, i wasn't sure that i was gonna play. Again, there's no playmaker seems to be playing. Despite the fun game we use to play here, i believe the game would be far more interesting with playmaker's on the court. There are two playmakers i favoured here, Double-D and UK. Both are good local players who played in bandung (not that it matters though, but maybe that's why i like the way they played). I almost went home when UK suddenly arrived on court, so i thought 'hey, this could be a fun game' and i stayed. It's even more exciting that Double-D came during my first game, I'm in the same team as UK, of course. The rule of Pomalaa's court is that we played 7 ball full court. I had three rounds, one without playmakers which I lost, 1 with UK as playmaker which we lost, and the last game with UK as forward and Double-D as playmaker. The last game was great.

I only scored one point of course, but it was a good point. I put a two pointer in, and missed about four attempts with about five blocks and some assists. Again, it was a great game. On the other team, they got Valentino, the local star and Ant-zee the guy that bruised me and Ale a two meters center. Physically we definitely lost, but we developed a strategy with UK and Double D as the goal getter, 2 other team member to back them up and i focused on defense. The result, we got them 7 - 3 ! It was amazing for me ! I smiled all the way home and feel good about myself.

A great team is when they not only considered them self important to score, but about winning and how to score the winning point from any best window of opportunity. It is also hillarious that after the game Antzee apologized and explained to me how bad he feel after the accident and i keep saying that it's nothing. It's just a game, no problem, and it is ! It's just a game, bruises and scars may wound us and try to keep us down but it doesn't matter. It's how we played that game that metters. Of course i was also excited because he lost that day :) .

I love that game !

14 Agustus 2008

facebook-ing

Pandangan saya menerawang jauh keluar ruangan kerja. Memperhatikan awan yang bergerak di langit, kemudian jalan yang kosong dan tanaman yang berada tepat di depan jendela. Untuk sesaat, saya menjadi bagian dari mereka, alam di luar sana. Menyatu melalui oksigen yang saya hirup dan dimensi yang kami bagi bersama.

Aktifitas pagi ini tidak terlalu mengekang karena saya pilih begitu, sehingga ada waktu bagi saya untuk menjelajahi jejaring raksas melalui aplikasi Facebook. Melihat dunia yang saya tinggalkan. Jauh sebelumnya, saya melihat dunia tersebut sebagai tempat yang bahagia. Tapi ternyata tidak begitu, dan kini saya kembali menjadi penonton dan berusaha memahami mengapa penghuni disana terlihat begitu senang.

Ada beberapa pertanyaan yang muncul sekarang. 'Kenapa saya begitu takut untuk mengakui siapa diri saya yang sebenarnya ?' Saya begitu terbiasa dibenci, disalahkan dan dipojokkan sampai saya lupa rasanya ada di posisi yang berbeda. Melihat ke belakang, selalu ada alasan untuk dibenci di rumah. NEM kurang jadinya masuk swasta, terlalu banyak menggambar, mencintai musik, NEM tidak 50 hanya 48, tidak mau masuk Taruna Nusantara, merokok, pacaran dengan si ini, berteman dengan musuh, salah menjawab, salah ini, kurang begini, salah mengambil sikap, kurang begitu, selalu ada alasan untuk dibenci. Sehingga selalu ada kata-kata 'Selama kamu begini, saya tidak akan menerima kamu'. Tapi 'begini' selalu berevolusi, sampai sekarang, sehingga dalam garis besar yang ada hanya 'saya tidak menerima kamu'. Akibatnya saya menjadi sangat paranoid dan defensif untuk 'kekurangan', dalam hal apapun.

I have hate in me and it is thick.

Saya ingin menjadi begini dan hanya begini. Saya tidak mengerti caranya memenuhi persyaratan orang lain karena 'begini' selalu berevolusi. Mungkin saya hanya mencari tempat saya di dunia ini, tempat dimana saya bisa berdiri dan diterima. Tempat dimana tidak perlu ada lagi yang dikeluhkan soal saya, dimana saya yang sekarang adalah 'cukup' dan tidak kurang.

Pandangan saya kembali ke layar komputer. Ada beberapa tabel yang perlu diisi. Aktifitas saya online, main basket dan ke kantor. Minat saya adalah ilustrasi, sastra, film, musik, masak. Acara TV favorit saya sekarang tidak ada. Film favorit, wah yang ini butuh waktu yang lama untuk mengisi karena daftarnya cukup panjang. Buku favorit saya masih Supernova karangan Dewi Lestari. Quote favorit saya sekarang adalah dari Rocky Balboa. Tentang saya adalah seorang pemerhati lingkungan dengan kecenderungan Bipolar. Hm. Menarik.

10 Agustus 2008

the air i breathe



Dewi Lestari akan menyebut hubungan saya dan film ini sebagai sebuah sinkronisitas. Tanpa banyak kata, i love this movie. Film ini menggambarkan dengan sempurna diri saya yang sekarang, bitter. Tapi tidak hanya itu, The Air I Breathe adalah cermin yang tepat untuk berkaca bagi semua orang.

Stellar cast, plot yang unik (sangat Korea-wi), dan naskah yang lebih tersirat daripada tersurat. 4 karakter tanpa nama yang diwakili empat unsur utama dalam hidup, menurut filosofi Cina berdasarkan promosinya ; Happiness, Pleasure, Sorrow, Love yang terbungkus jadi satu kehidupan. Lucunya, meski hanya Sorrow yang berkesan negatif, keempat karakter ini memiliki benang merah yang sama, bitter.

Meski memiliki kelemahan yang sangat jelas, yaitu tidak terasanya unsur klimaks, film ini sangat layak untuk dijadikan koleksi. Dan satu lagi, menurut saya ini adalah satu-satunya film dimana saya menyaksikan Brendan Fraser memainkan peran yang sangat sesuai. Tora Sudiro-nya Hollywood ini perlu dengan serius memikirkan jenis film yang pantas untuk ia mainkan dan berhenti menghabiskan hidupnya di jalur film komedi.

Two thumbs up. This is a highly recommended movie.

09 Agustus 2008

Perjalanan yang sia-sia

Sampai detik ini, sudah 27 tahun lewat sejak saya dilahirkan di bumi ini. Dan dengan sangat menyesal, saya harus jujur mengatakan bahwa saya tidak merubah apa-apa. Setelah lika-liku perjalanan, saya sekarang memiliki bipolar disorder akut, di batas kewarasan dan berstatus sebagai pegawai kontrakan BUMN dengan masa depan yang sangat dipertanyakan. Saya tidak menikmati hidup saya, dan lebih parahnya lagi saya membuat orang lain tidka bisa menikmati hidupnya sendiri. Apa yang membuat saya selalu lupa bahwa manusia itu adalah makhluk sosial ? Ada empat orang yang hidup di rumah ini tapi saya seperti selalu merugikan tiga yang lain. Ada setumpuk kewajiban yang harus saya perbuat, tapi saya selalu mempertanyakan hak saya.

Hidup seperti roda yang lepas untuk saya, dan saya selalu berada di belakang. Akibatnya rencana yang saya buat, yang saya inginkan, tidak pernah mendekati kenyataan. Yang terjadi adalah saya melihat arah roda itu berjalan dan membohongi diri saya sendiri bahwa itu adalah apa yang saya inginkan. Ada kalanya saya berusaha berhenti mengejar. Saya bahkan berhasil berhenti mengejar untuk sesaat, dan saya berjalan, meski pelan tapi pasti. Akan tetapi entah bagaimana roda itu selalu kembali melintasi saya dan saya kembali mengejarnya tanpa kompromi.

Hidup ini singkat, saya sadar. Harus dinikmati, memang. Apa yang membuat saya berusaha untuk diakui orang lain, saya tidak tahu. Saya selalu melakukan sesuatu untuk menyenangkan orang lain. Tapi di saat yang sama juga egois. Saya semakin lepas kendali dan semakin depresi. Saya mengerti bahwa tidak ada gunanya mengejar mimpi orang lain. Perusahaan bagus, gaji besar, memiliki rencana, dunia perminyakan dan energi, pangkat yang tinggi, keluarga yang baik, hidup yang terjadwal, uang kiriman yang bertumpuk-tumpuk dan bonus yang berlipat ganda. Bukan saya tidak mau, tapi itu bukan jalan saya.

Saya sungguh letih membohongi diri sendiri. Kenapa saya harus begitu takut kehilangan sesuatu ? Bukankah kita memang tidak memiliki apa-apa ? Dan bukankan dengan melepaskan justru kita memiliki dalam arti yang sesungguhnya ?

27 tahun, dan saya tidak pernah merasa hidup ini cukup. Dijalankan dengan cukup. Selalu kurang. Kurang. Kurang. Kurang terencana, mau dibawa ke mana ini semua ? Kurang banyak gajinya, lalu kami hidup pakai apa ? Kurang waras, kenapa tidak bisa menghargai kamu ? Kurang berpangkat, kurang elit perusahaannya, kurang merah darahnya, kurang gemuk, kurang memiliki kemampuan berpikir seorang laki-laki bergelar magister teknik, kurang berwibawa, kurang manis, kurang romantis, kurang bertakwa, kurang berbakti, kurang peduli, kurang ajar, kurang dan kurang dan kurang dan kurang.

Hati saya remuk redam sekarang. Jika saya mati hari ini, saya malu mempertanggungjawabkan bahwa hidup ini, 27 tahun ini saya gunakan untuk naluri dan membohongi diri sendiri. Naluri bertahan hidup, naluri biologis dan berusaha menjadi apa yang diinginkan orang lain. Tanpa ibadah, tanpa ada bekas ketuhanan di hati, hanya 5 huruf yang terketik di belakang label 'agama' dalam KTP.